Rabu, 09 Januari 2013

REFLEKSI MAKNA SUKSES



MAKNA SUKSES

"Orang-orang yang berhasil di dunia ini adalah orang-orang yang bangkit dan mencari keadaan yang mereka inginkan, dan jika tak menemukannya, mereka akan membuatnya sendiri" --George Bernard Shaw

Dalam paradigma "lama" (dalam arti yang paling banyak atau dominan), untuk menjadi sukses orang harus dikuasai oleh "roh memiliki." Bila Anda ingin berhasil dalam mendapatkan pekerjaan atau promosi jabatan, misalnya, Anda "harus" memiliki gelar kesarjanaan, memiliki kemampuan berbahasa Inggris, memiliki keterampilan mengoperasikan komputer, memiliki koneksi, memiliki uang untuk menyogok petugas yang menyeleksi, memiliki katabelece atau surat sakti, dan seterusnya. Tanpa "roh memiliki" Anda "tidak mungkin" mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.


Akibatnya, "roh memiliki" sangat kuat mengakar dalam budaya kita. Tanpa memiliki hal-hal tersebut, orang kehilangan keyakinannya untuk berhasil dalam kehidupan. Dan orang yang kehilangan keyakinan, pada hemat saya, telah kehilangan jati dirinya sendiri. Ia menjadi kelompok marginal, yang dipandang sebelah mata dan tidak diperlakukan sebagai manusia. "Roh memiliki" telah menyesatkan banyak orang.


Paradigma "baru" yang saya coba tawarkan menolak tegas hal tersebut. Untuk berhasil mencapai keinginannya, orang tidak harus memiliki lebih dulu. Tanpa gelar kesarjanaan, tanpa kemampuan berbahasa Inggris, tanpa koneksi, tanpa katabelece, tanpa uang sogok, dan tanpa keterampilan komputer, orang masih dimungkinkan untuk berhasil. Yang diperlukan adalah membangkitkan "roh keberhasilan" dalam diri kita.


"Roh keberhasilan" ini bersumber pada realitas kebenaran, fakta, dan sejarah manusia itu sendiri. Orang-orang yang berhasil ternyata meraih keberhasilannya lewat sebuah proses belajar yang tidak dikuasai oleh "roh memiliki". Lewat proses tersebut ia bertemu dengan "roh keberhasilan" sehingga mampu mendefinisikan makna sukses bagi dirinya. Dan dengan membangkitkan "roh keberhasilan" itu ia membuat keputusan-keputusan dan komitmen untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan keyakinannya sendiri yang, kadang kala, berbeda bahkan bertentangan dengan pandangan umum. (Andrias Harefa)


Untuk Direnungkan:

- Apa makna sukses bagi Anda?
- Paradigma mana yang menguasai Anda selama ini?
- Jikalau Anda masih dikuasai oleh "roh memiliki", punyakah Anda tekad untuk membebaskan diri dari belenggu itu dan membangkitkan "roh keberhasilan"?

Jumat, 14 Desember 2012

Hidup DalaM Kesendirian

Hidup dalam kesendirian, bukan berarti tak seorang pun yang menyukai kita...
Hidup dalam kesendirian, bukan berarti  sombong terhadap apa yang kita miliki.. tapi Hidup dalam kesendirian (jomblo) lebih baik sebelum menemukan orang yang tepat menjadi pendamping hid

up kita kelak.......
jadi, bersabarlah menanti hingga tiba saatnya kita menemukan yang lebih baik. sebab, menanti itu bukanlah satu penyiksaan...
menanti itu juga bukan satu beban, jika kita menanti dengan Ikhlas.....
sesungghnya Allah Swt Sengaja menguji Kita dengan melambatkan sesuatu yang kita dambakan..
sebenarnya Allah telah mengatur sesuatu yang lebih baik untuk kita yang sedang menanti....
menantilah dengan penuh kesbaran...
menantilah dengan penuh keimanan...
Karena Insya Allah, akhir dari penantian itu adalah kebahagiaan, jangan pernah berhenti berdoa, berusaha, dan meminta, karena Allah Maha Memberi..
tetaplah menanti dengan sabar..
jawabnyaa:
karena Janji Allah Itu benar,..
"Yakinlah" \(^_^)/

^LIFE IS MY CHOICE^

Selasa, 20 November 2012

Turki Usmani

BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Sejak mundur dan berakhirnya era Abbasiyah, keadaan politik umat Islam mengalami kemajuan kembali oleh tiga kerajaan besar: Turki Usmani di Turki, Mughal di India, dan Safawi di Persia. Dari ketiganya, Turki Usmani adalah yang terbesar dan terlama, dikenal juga dengan imperium islam. Dengan wilayahnya yang luas membentang dari Afrika Utara, Jazirah Arab, Balkan hingga Asia Tengah, Turki Usmani menyimpan keberagaman bangsa, budaya dan agama, Turki usmani mampu berkuasa selama kurang lebih 6 abad berturut-turut. Tentunya hal ini membawa kesan tersendiri bahwa kerajaan Turki Usmani mampu membawa masyarakat Islam dalam keajayaan selama 6 abad. Hal ini merupakan tergolong luar biasa. Pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari kabilah Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina. Dalam jangka waktu kira-kira tiga abad, mereka pindah ke Turkistan kemudian Persia dan Irak. Mereka masuk Islam sekitar abad ke sembilan atau ke sepuluh, ketika mereka menetap di Asia Tengah. Di bawah tekanan serangan-serangan Mongol pada abad ke-13 M, mereka melarikan diri ke daerah barat dan mencari tempat pengungsian di tengah-tengah saudara-saudara mereka, orang-orang Turki Seljuk, di dataran tinggi Asia Kecil. Di sana, di bawah pimpinan Al Tughril, mereka mengabdikan diri kepada Sultan Alauddin II, Sultan Seljuk yang kebetulan sedang berperang melawan Bizantium. Berkat bantuan mereka, Sultan Alauddin mendapat kemenangan. Atas jasa baik itu, Alauddin menghadiahkan sebidang tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Bizantium. Sejak itu mereka terus membina wilayah barunya dan memilih kota Syukud sebagai ibu kota. Perjalanan panjang kerajaan Turki Utsmani telah melahirkan 35 orang Sultan dengan corak kepemimpinan masing-masing. Tetapi sebagaimana Dinasti lainnya, hukum sejarah juga berlaku, bahwa masa pertumbuhan yang diiringi dengan masa gemilang biasanya berakhir dengan masa kemunduran bahkan mungkin kehancuran. 
B. Rumusan Masalah Dalam makalah ini penulis akan menulis dengan mengacu pada rumusan masalah yaitu: 1. Bagaimana Awal Mula Berdirinya Kerajaan Turki Usmani? 
2. Siapa Saja yang Termasuk Raja-raja Usmani? 3. Siapa Tokoh-tokoh yang Berperan dalam Gerakan Politik Ekspansi Kerajaan Usmani? 
BAB II PEMBAHASAN 
A. Sejarah Berdirinya Kerajaan Usmani
 Kerajaan Turki Usmani berdiri tahun 1281 di Asia Kecil. Pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari kabilah Oghus yang mendiami daerah Mongol dan deaerah utara negeri Cina. Dalam jangka waktu kira-kira tiga abad, mereka pindah ke Turkistan kemudian Persia dan Irak. Mereka masuk Islam sekitar abad kesembilan atau kesepuluh, ketika mereka menetap di Asia Tengah. Pada abad ke-13 M, Erthogul pergi ke Anatolia. Wilayah itu berada di bawah kekuasaan Sultan Alauddin II (Salajikoh Alauddin Kaiqubaz). Erthogul membantunya melawan serangan dari Byzantium. Erthogul meniggal dunia pada tahun 1289 M. kepemimpinannya dilanjutkan oleh putranya yang bernma Usman (1281-1324), atas persetujuan Alauddin. Pada tahun 1300, bangsa Mongol menyerang Kerajaan Saljuk, dan dinasti ini terpecah-pecah dalam beberapa Dinasti kecil. Dalam kondisi kehancuran Saljuk inilah, Usman mengklaim kemerdekaan secara penuh atas wilayah yang didudukinya, sekaligus memproklamirkan berdirinya kerajaan Turki Usmani. Dengan demikian, secara tidak langsung mereka mengakui Usman sebagai penguasa tertinggi dengan gelar “Padinsyah Al Usman” (Raja Besar Keluarga Usman). Setelah Usman mmengakui dirinya sebagai Raja besar keluarga Usman pada tahun 699 H/1300 M, secara bertahap Dia memperluas wilayahnya. Penyerangan awal dilakukan di sekitar daerah perbatasan Byzantium dan Brussa (Broessa) dijadikan salah satu daerah yang menjadi objek taklukan. Pada tahun 1317 M. Wilayah tersebut dapat dikuasainya dan dijadikan sebagai ibu kota pada tahun 1326 M. Di akhir kehidupan Usman menunjuk Orchan (42) anak yang lebih muda dari kedua orang putranya sebagai calon pengganti memimpin kerajaan. Keputusan tersebut disandarkan pada pertimbangan kemampuan dan bakat anaknya masing-masing. Orchan sebagai prajurit yang potensial telah mendapat pengawasan dari Ayahnya dan telah menunjukkan kemampuannya dalam konteks militer pada penaklukan Brosa. Sementara Alauddin (kakaknya) lebih potensial dalam bidang agama dan hokum. Meskipun mereka sama-sama dibina dan dididik oleh Ayahnya. Sasaran Orchan setelah penobatannya menjadi raja ialah penaklukan kota Yunani seperti Nicea dan Nicomedia. Nicea menyerah pada tahun 1327 dan Nicomedia takluk pada tahun 1338 M. 
B. Raja-Raja Usmani Kerajaan 
Turki Usmani merupakan Kerajaan Islam yang berkuasa cukup lama hamper tujuh abad lamanya (1281/1299-1294) dan merupakan kerajaan yang besar dan Eropa Barat menyebutnya Ottoman Empire. Rentang waktu yang cukup panjang itu telah diperintah 41 Orang raja (sultan). Adapun penguasa-penguasa Kerajaan Turki Usmani, sebagai berikut: Daftar Penguasa Dinasti Usmani di Turki No. Tahun Pelantikan Nama-nama penguasa 1. 1281 Usman I (Osman) 2. 1324 Urhan 3. 1360 Murad I 4. 1389 Bayazid I 5. 1402 Masa peralihan kekuasaan 6. 1413 Muhammad I 7. 1421 Murad II 8. 1444 Muhammad II (al-Fatih= sang penakluk) 9. 1446 Murad II 10. 1451 Muhammad II al-Fatih (masa jabatan ke-2) 11. 1481 Bayazid II 12. 1512 Salim I 13. 1520 Sulaiman I (al-Qanuni) 14. 1566 Salim II 15. 1574 Murad III 16. 1594 Muhammad III 17. 1603 Ahmad I 18. 1617 Mustafa I (masa jabatan ke-1) 19. 1618 Usman II 20. 1622 Mustafa I (masa jabatan ke-2) 21. 1623 Murad IV 22. 1640 Ibrahim 23. 1648 Muhammad IV 24. 1678 Sulaiman II 25. 1691 Ahmad II 26. 1695 Mustafa II 27. 1703 Ahmad III 28. 1730 Mahmud I 29. 1754 Usman III 30. 1757 Musatafa III 31. 1774 Abdul Mahmud I 32. 1789 Salim III 33. 1807 Mustafa IV 34. 1808 Mahmud II 35. 1839 Abdul Majid I 36. 1861 Abdul Azis 37. 1876 Murad V 38. 1876 Abdul Hamid II 39. 1909 Muhammad V (al-Rasyid) 40. 1918 Muhammad VI (Wahid ad-Din) 41. 1922-1924 Abdul Majid II (hanya sebagai Khalifah) Sumber: Samsul Munir Amin. Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Amzah, 2010. C. Gerakan Politik Ekspansi Kerajaan Usmani Mengenai gerakan politik ekspansi kerajaan Usmani, penulis hanya mencantumkan beberapa di antaranya raja-raja yang berperan penting dalam memajukan kerajaan Usmani, yakni: 1. Masa Usman I Penguasa pertama adalah Usman yang disebut juga dengan Usman I. setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai ‘Padisyah al-Usman’ (Raja besar keluarga Usman) tahun 699 H (1300 M) setapak demi setapak wilayah kerajaan dapat diperluasnya. Dia menyerang daerah perbatasan Byzantium dan menaklukan kota Broessa tahun 1317 M, kemudian tahun 1326 M dijadikan sebagai ibu kota kerajaan Turki Usmani. 2. Masa Urhan I Sultan Urhan adalah putera Usman I. sebelum Urhan menjadi raja, Dia telah banyak membantu perjuangan ayahnya. Dia telah menjadikan Broessa sebagai ibu kota kerajaannya. Pada masa pemerintahannya, Dia berhasil mengalahkan dan menguasai sejumlah kota di selat Dardanil. Tentara baru yang dibentuk Urhan I diberi nama Inkisyariah. Pasukan ini dilengkapi dengan persenjataan dan pakaian seragam. Di sinilah pertama kali dipergunakan senjata meriam. Pada masa pemerintahan Orkhan (1326-1359 M), kerajaan Turki Utsmani ini dapat menaklukkan Azumia (1327 M), Tasasyani (1330 M), Uskandar (1338 M), Ankara (1354 M) dan Gallipoli (1356 M). Daerah-daerah itulah yang pertama kali diduduki kerajaan Utsmani. 3. Masa Murad I Pengganti sultan Urkhan adalah Sultan Murad I. selain memantapkan keamanan di dalam negrinya, sultan juga meneruskan perjuangan dan menaklukkan bebrapa daerah ke benua Eropa. Ia menaklukkan Adrianopel, yang kemudian dijadikan sebagai ibukota kerajaan yang baru serta membentuk pasukan berkuda (Kaveleri). Perjuangannya terus dilanjutkan dengan menaklukkan Macedonia, Shopia ibukota Bulgaria, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Karena banyaknya kota-kota yang ditaklukkan oleh Murad I, pada waktu itu bangsa Eropa mulai cemas. Akhirnya raja-raja Kristen Balkan meminta bantuan Paus Urban II untuk mengusir kaum muslimin dari daratan Eropa. Maka peperangan antara pasukan Islam dan Kristen Eropa pada tahun 765 H (1362 M). Peperangan itu dimenangkan oleh pasukan Murad I, sehingga Balkan jatuh ke tangan umat Islam. Selanjutnya pasukan Murad I merayap terus menguasai Eropa Timur seperti Somakov, Sopia Monatsir, dan Saloniki. 4. Masa Bayazid I Bayazid adalah putra Murad I. Ia meneruskan perjuangan ayahnya dengan memperluas wilayahnya seperti Eiden, Sharukan, dan Mutasya di Asia Kecil dan Negri-negri bekas kekuasaan Bani saluki. Bayazid sangat besar pengaruhnya, sehingga mencemaskan Paus. Kemudian Paus Bonifacius mengadakan penyerangan terhadap pasukan Bayazid, dan peperangan inilah yang merupakan cikal bakal terjadinya Perang Salib. Tentara Salib ketika itu terdiri dari berbagai bangsa, namun dapat dilumpuhkan oleh pasukan Bayazid. Namun pada peperangan berikutnya ketika melawan Timur Lenk di Ankara, Bayazid dapat ditaklukkan, sehingga mengalami kekalahan dan ketika itu Bayazid bersama putranya Musa tertawan dan wafat dalam tahanan Timur Lenk pada tahun 1403 M. Kekalahan Bayazid di Ankara itu membawa akibat buruk bagi Turki Usmani, sehingga penguasa-penguasa Saljuk di Asia Kecil satu persatu melepaskan diri dari genggaman Turki Usmani. Hal ini berlangsung sampai pengganti Bayazid muncul. 5. Masa Muhammad I Kekalahan Bayazid membawa akibat buruk terhadap penguasa-penguasa Islam yang semula berada di bawah kekuasaan Turki Usmani, sebab satu sama lain berebutan, seperti wilayah Serbia, dan Bulgeria melepaskan diri dari Turki Usmani. Suasana buruk ini baru berakhir setelah Sultan Muhammad I putra Bayazid dapat mengatasinya. Sultan Muhammad I berusaha keras menyatukan kembali negaranya yang telah bercerai berai itu kepada keadaan semula. Berkat usahanya yang tidak mengenal lelah, Sultan Muhammad I dapat mengangkat citra Turki Usmani sehingga dapat bangkit kembali, yaitu dengan menyusun pemerintahan, memperkuat tentara dan memperbaiki kehidupan masyarakat. Akan tetapi saat rakyat sedang mengharapkan kepemimpinannya yang penuh kebijaksaan itu, pada tahun 824 H (1421 M) Sultan Muhammad I meninggal. 6. Masa Murad II Sepeninggalannya Sultan Muhammad I, pemerintahan diambil alih oleh Sulatan Murad II. Cita-citanya adalah melanjutkan usaha perjuangan Muhammad I. Perjuangan yang dilaksanakannya adalah untuk menguasai kembali daerah-daerah yang terlepas dari kerajaan Turki Usmani sebelumnya. Daerah pertama yang dikuasainya adalah Asia Kecil, Salonika Albania, Falokh, dan Hongaria. Setelah bertambahnya beberapa daerah yang dapat dikuasai tentara Islam, Paus Egenius VI kembali menyerukan Perang Salib. Tentara Sultan Murad II menderita kekalahan dalam perang salib itu. Akan tetapi dengan bantuan putranya yang bernama Muhammad, perjuangan Murad II dapat dilanjutkan kenbali yang pada akhirnya Murad II kembali berjaya dan keadaan menjadi normal kembali sampai akhir kekuasaan diserahkan kepada putranya bernama Sultan Muhammad Al-Fatih. 7. Masa Muhammad II Al-Fatih Setelah Sultan Murad II meninggal dunia, pemerintahan kerajaan Turki Usmani dipimpin oleh putranya Muhammad II atau Muhammad Al-Fatih. Ia diberi gelar Al-fatih karena dapat menaklukkan Konstantinopel. Muhammad Al-Fatih berusaha membangkitkan kembali sejarah umat Islam sampai dapat menaklukkan Konstantinopel sebagai ibukota Bizantium. Konstantinopel adalah kota yang sangat penting dan belum pernah dikuasai raja-raja Islam sebelumnya. Seperti halnya raja-raja dinasti Turki Usmani sebelumnya, Muhammad Al-Fatih dianggap sebagi pembuka pintu bagi perubahan dan perkembangan Islam yang dipimpin Muhammad. Tiga alasan Muhammad menaklukkan Konstantinopel, yaitu: - Dorongan iman kepada Allah SWT, dan semangat perjuangan berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw untuk menyebarkan ajaran Islam. - Kota Konstantinopel sebagai pusat kemegahan bangsa Romawi. - Negerinya sangat indah dan letaknya strategis untuk dijadikan pusat kerajaan atau perjuangan. Usaha mula-mula umat Islam untuk menguasai kota Konstantinopel dengan cara mendirikan benteng besar dipinggir Bosporus yang berhadapan dengan benteng yang didirikan Bayazid. Benteng Bosporus ini dikenal dengan nama Rumli Haisar (Benteng Rum). Benteng yang didirikan umat Islam pada zaman Muhammad Al-Fatih itu dijadikan sebagai pusat persediaan perang untuk menyerang kota Konstantinopel. Setelah segala sesuatunya dianggap cukup, dilakukan pengepungan selama 9 bulan. Akhirnya kota Konstantinopel jatuh ke tangan umat Islam ( 29 Mei 1453 M) dan Kaitsar Bizantium tewas bersama tentara Romawi Timur. Setelah memasuki Konstantinopel disana terdapat sebuah gereja Aya Sofia yang kemudian dijadikan mesjid bagi umat Islam. Setelah kota Konstantinopel dapat ditaklukkan, akhirnya kota itupun dijadikan sebagai ibukota kerajaan Turki Usmani dan namanya diganti menjadi Istanbul. Jatuhnya kota Konstantinopel ke tangan umat Islam, berturut-turut pula diikuti oleh penguasaan Negara-negara sekitarnya seperti Servia, Athena, Mora, Bosnia, dan Italia. Setelah pemerintahan Sultan Muhammad, berturut-turut kerajaan Islam dipimpin oleh beberapa Sultan, yaitu: 1. Sultan Bayazid II (1481-1512 M) 2. Sultan Salim I (918-926 H/ 1512-1520 M) 3. Sultan Sulaiman (926-974 H/ 1520-1566 M) 4. Sultan Salim II (974-1171 H/ 1566-1573 M) 5. Sultan Murad III ( 1573-1596 M) Setelah pemerintahan Sultan Murad III, dilanjutkan oleh 20 orang Sultan Turki Usmani sampai berdirinya Republik Islam Turki. Akan tetapi kekuasaan sultan-sultan tersebut tidak sebesar kerajaan-kerajaan sultan-sultan sebelumnya. Para sultan itu lebih suka bersenang-senang., sehingga melupakan kepentingan perjuangan umat Islam. Akibatnya, dinasti turki Usmani dapat diserang oleh tentara Eropa, seperti Inggris, Perancis, dan Rusia. Sehingga kekuasaan Turki Usmani semakin lemah dan berkurang karena beberapa negri kekuasaannya memisahkan diri,diantaranya adalah: 1. Rumania melepaskan diri dari Turki Usmani pada bulan Maret 1877 M. 2. Inggris diizinkan menduduki Siprus bulan April 1878 M. 3. Bezarabia, Karus, Ardhan, dan Bathum dikuasai Rusia. 4. Katur kemudian menjadi daerah kekeusaan Persia. 8. Masa Salim I- Sulaiman I Al-Qanuni Pada masa Sultan Salim I (1521-1520 M) terjadi perubahan peta arah perluasan, memfokuskan pergerakan ke arah timur dengan menaklukan Persia, Syiria hingga menembus Mesir di Afrika Utara yang sebelumnya di kuasai mamluk. Setelah Sultan Salim I Meninggal , Muncul Putranya Sultan Sulaiman I (1520-1566 M) sebagai Sultan yang mengantarkan Kerajaan Turki Usmani pada masa keemasannya, karena telah berhasil menguasai daratan Eropa hingga Austria, Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria dan Rumania, Afrika Utara hingga Mesir, Aljazair, Libia, Dan Tunis. Asia hingga Persia, Amenia, Siria. meliputi lautan Hindia, Laut Arabia, Laut Tengah, Laut Hitam. juga daerah-daerah di sekitar kerajaan seperti Irak, Belgrado, Pulau Rodes, Tunis, Budapest dan Yaman. 
 BAB III PENUTUP
 A. Kesimpulan 
1. Kerajaan turki utsmani merupakan kerajaan yang dipimpin oleh 40 sultan. Pada abad pertengahan memang masa yang paling bersejarah bagi bangsa arab, bahkan kemunduran bagi bangsa Barat, dalam segi pandang kerajaan, kekuasaan wilayah adalah yang terpenting. Turki Utsmani yang memimpin selama kurang lebih 6 abad memberikan bukti kejayaannya sampai ke Eropa, akan tetapi dari stagnanisasi bangsa utsmani mereka lebih memajukan kemiliteran mereka dari pada pendidikannya, bagi mereka kemiliterannya adalah satu hal yang terpenting yang harus dimiliki leh seorang pemimin, dengan orientasi penalukan konstantinopel, membuat mereka menjadi bersemangat untuk menjadikan kerajaan turki utsmani menjadi symbol kejayaan Islam.
 2. Perluasan wilayah kerajaan Turki terjadi dengan cepat, sehingga membawa, disamping itu raja-raja yang berkuasa sangat mempunyai potensi yang kuat dan baik. Banyak daerah-daerah yang dapat dikuasai (di Asia Kecil) sehingga memperkuat berdirinya kerajaan Turki Utsmani. Salah satu sumbangan terbesar kerajaan Turki Utsmani dalam penyebaran Islam adalah penaklukkan kota benteng Constantinopel (Bizantium) ibukota Romawi Timur (1453 M), penaklukkan kota itu terjadi pada masa Sultan Muhammad II (1451-1481 M) yang terkenal dengan gelar Al-Fatih. Dalam perkembangan selanjutnya kerajaan Turki Utsmani mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan-kemajuan tersebut meliputi bidang kemiliteran, pemerintahan, kebudayaan dan agama. Selanjutnya Turki Utsmani mengalami puncak keemasan adalah pada masa pemerintahan Sulaiman I (1520-1566 M) yang terkenal dengan sebutan Sulaiman Agung.

Minggu, 11 November 2012

..TaHu TidaK MeNgaPa..???





Kita lahir dengan 2 mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang...
tapi, pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita....

Kita lahir dengan 2 telinga di kanan dan di kiri, supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari 2 buah sisi,
untuk berupaya mengumpulkan pujian dan kritikan, dan memilih mana yang benar dan mana yang salah...

Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 mulut, karena mulut adalah senjata
yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, bahkan banyak hal lainnya
yang bisa membuat tidak menyenangkan bagi orang lain....
sehingga ingatlah bicara sedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya..............

Kita lahir hanya dengan 1 hati, karena jauh di dalam diri kita, mengingatkan kita pada penghargaan,
dan pemberian cinta di harapkan berasal dari hati kita yang paling dalam...
belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita di cintai, tapi jangan pernah mengharapkan
orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dirinya.....
berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah....



Selasa, 05 Juni 2012

Tuli Untuk Bersikap Positif

sukses adalah impian semua orang. meraih kesuksesan tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh perjuangan, usaha, dan tekad yang kuat. terkadang hidup tak selamanya berjalan mulus, banyak rintangan yang harus dilalui. oleh karena itu, ketika kita ingin meraih apa yang kita impikan atau cita-citakan jangan pernah mendengarkan pendapat orang lain yang cenderung negatif atau pesismis. karena omongan mereka akan membuat mimpi-mimpi indah dan harapan kita jauh meninggalkan kita terhadap sesuatu yang berharga telah kita miliki dalam hati.
pikirkanlah selalu kekuatan kata-kata yang ada dalam diri sendiri. karena segala sesuatu yang didengar dan apa yang dibaca akan berpengaruh terhadap tindakan diri kita sendiri. karena itu, tetaplah bersikap positif. dan di atas semuanya, jadilah orang "TULI" ketika orang lain memberitahu bahwa diri ini tidak bisa meraih mimpi terhadap apa yang kita cita-citakan. sebab keberhasilan bukanlah suatu hal yang mustahil, jika kita fokus pada apa yang akan kita raih. Fokus pada tujuan, memberikan tenaga pada kita untuk menaklukan, bahkan melupakan rintangan yang ada. Selai itu kita harus percaya pada kata "AKU BISA" tanpa peduli anggapn dan masukkan negatif orang lain dang lingkungan kita berada.
"AKU BISA" benar-benar akan menjadi bisa.
Berpikirlah selalu... I Can Do It, KeeP FiGht!!!
Never Give Up

Kamis, 17 Mei 2012

"Andai EsoK tiaDa LaGi UntukKu"

ANDAI TIADA ESOK LAGI UNTUKKU

Setiap kali bangun tidur dan membuka mata
Yang terucap adalah kalimat Syukur
Bahwa Allah masih mengizinkan kita kembali menatap fajar.
Merasakan hembusan bayu pagi yang menyusup celah jendela,
dan menemui kembali apa yang kita lakukann, semalam sebelum mata terpejam.
Semuanya masih seperti sediakala,
tidak ada yang berubah.

Kemudian melangkahlah dengan iringan doa di bibir
untuk meneruskan perjalanan kehidupan.
Dengan bimbingan-Nya-lah kita ini tidak melangkah
ke jalan yang salah.
Tak menjamah yang bukan hak, tak melihat yang dilarang,
tak menjamah yang tak halal, tak mendengar yang batil,
dan tak banyak melakukan sia-sia.
Karena setiap waktu yang dilewati pasti akan ditagih tanggungjawabnya.
Lantaran semua jalan yang dilalui akan diminta kesaksiannya
atas diri kita.
Dan, seluruh indera kita ini akan diminta berbicara tentang
apa-apa yang pernah tercipta.

Hari ini, masih ada yang terus lalai.
Masih ada juga lengah sehingga terus mencipta kesilapan.
Walau segunung kuliah pernah didengar,
mulut masih mengucap dusta,
telinga tetap tak mampu membendung irama-irama lalai,
dan masih saja ada perbuatan yang salah.
Sedangkan, paling kurang 5kali sehari lidah mengucap,
tangan ini itengadah,
dan mata menitikkan butir bening,
sekaligus memohon perlindungan dari Allah,
dijauhkan dari salah dan dosa.
Tetapi, masih juga langkah ini menuju arah yang sesat.

Setiap hari menangis,
setiap hari meminta keampunan,
tetapi setiap hari juga berbuat salah.
Hari ini mencipta dosa,
esok sibuk bersujud,
meluluhkan air mata,
menyusun kalimah doa,
menganyam permohonan semoga Allah menghapuskannya - Jangan bertangguh lagi.
Karena, entah sedetik kemudian kita ini tak lagi sempat memohon keampunan-Nya.
Lupakah kita bahwa waktu begitu cepat berlalu.
Lupakah kita bahwa menyesal di akhirat hanyalah kesia-siaan yang nyata?

Bagaimana jika hari esok tak pernah datang,
Padahal baru saja seharian ini kita berenang di lautan dosa,
belum sempat menghapus noda hari ini,kemarin, atau sebulan yang lalu.
Bagaimana jika Allah tak berkenan membukakan mata kita
setelah sepanjang malam terlelap?
Bagaimana jika pertemuan dan keriangan bersama keluarga semalam adalah
yang terakhir kalinya buat kita.
Ketika esok harinya roh ini melihat seluruh keluarga menangisi jasad kita yang terbujur
kaku berselimut putih.

Bagaimana jika matahari esok terbit dari barat,
tak seperti biasanya dari timur?
Padahal hari ini kita langsung lupa menyebut nama-Nya.
Padahal hari ini, belum sempat mengunjungi satu persatu keluarga, kerabat
sahabat handai tolan, tetangga, dan orang-orang yang pernah tersakiti hatinya
oleh lidah dan tindakan kita.
Sudah terlalu lama tak mencium tangan orang tua mencari restu mereka,
walau tak terhitung salah diri.
Belum lagi sempat menderma, setelah derma kecil beberapa tahun lalu yang sering
kita banggakan.

Dan jika memang esok tak pernah datang,
sungguh malanglah diri kita ini,
benar-benar malang,
bila belum sempat mencuci dosa sepanjang hidup,
bila belum mendengar ungkapan maaf daripada orang-orang yang pernah kita zalimi,
bila belum sempat menyisihkan harta yang menjadi hak orang lain,
bila belum sempat meminta ampun atas segala salah dan silap yang tercipta.

Maka, saat pagi ini Allah masih mempeekenankan diri kita menikmati fajar,
mulakan hari dengan kalimah, "Terima kasih, wahai Maha Pemurah".

"SEANDAINYA MANUSIA ITU TAHU TENTANG AIBNYA SENDIRI
NISCAYA TIDAK ADA ORANG YANG MAU MENCELA AIB ORANG LAIN"
-Rabi' Bin Hutsam

Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada Allah
setelah melihat dosa-dosa yang dilakukan orang lain.
Tetapi sayangnya; mereka tidak merasa hal itu saat melihat dosa-dosa
yang dilakukan sendiri.

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,
Siapa di antara kita yang kuat menahan malu,
andai kita tahu senarai kesalahan, kederhakaan, kemaksiatan,
dan pelanggaran yang telah kita lakukan?
Siapa di antara kita yang mampu menahan rasa hina tiada tara,
jika kita mengetahui catatan perilaku buruk yang sudah kita lakukan?
Hidup yang kita lalui ini terlalu singkat. Tapi siapa yang kuat menahan
penyesalan akibat keburukan dan dosa yang kerap kita lakukan berulang-ulang?

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,
mari perbaharui taubat, mari perbanyakkan istigfar,
dan mohon keampunan kepada Maha Pengampun.
Rasulullah S.A.W menggambarkan bahwa satu dosa itu seperti titik hitam di dalam hati.
Semakin banyak titik hitam di dalam hati, maka hati boleh menjadi hitam legam -- Tidak
lagi bercahaya. Cahaya tertutup oleh titik-titik hitam yang menjadikannya tidak mampu
lagi memandang dan menimbang kebenaran.

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,
Segeralah melepaskan diri dari perbuatan dosa,
beristigfarlah, dan bertaubatlah dengan sebenar-benarnya taubat,
InsyaAlalh hati kita akan cemerlang seperti semula.
Tapi bila kita mengulangi perbuatan dosa, maka titik hitam itu akan
bertambah hitam hingga meliputi seluruh hatinya.

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,
"KETAATAN IDENTIK DENGAN CAHAYA BATIN DAN KEKUATAN FISIK.
KEBAIKAN ITU MEMBERI CAHAYA DALAM HATI, MELAHIRKAN KEKUATAN
BAGI TUBUH, SERTA MEMPENGARUHI REZEKI".
- Hasan Al-Bashri

"SESEORANG DIHALANGI REZEKINYA KARENA DOSA YANG IA LAKUKAN"
- HR. Ibnu Majah

Wahai sekalian hamba Maha Pencipta,
Mari tadahkan tangan, kita sama-sama berdoa :
"YA ALLAH, JADIKAN KEDUDUKAN BATINKU LEBIH BAIK DARIPADA
KEDUDUKAN LAHIRKU. YA ALLAH, AKU BERLINDUNG PADA-MU
DARI MENGANGGAP DIRIKU BESAR, TAPI ENGKAU MENGANGGAPKU KECIL
YA ALLAH, AKU BERLINDUNG DENGAN REDHA-MU DARI KEMURKAAN-MU,
AKU BERLINDUNG DENGAN MAAF-MU DARI AZAB-MU".

Powered By Blogger

Template by:

Free Blog Templates